Cari Blog Ini

Jumat, 12 Juli 2013

Cara Mudah Menjinakkan Burung Kacer

Cara Mudah Menjinakkan Burung Kacer

Menjinakkan Burung Kacer
Apakah sobat tengah alami perihal atau problem pada momongan sekarang ini yakni burung kacer sobat sangat giras atau takut pada manusia. Memang problem seperti ini sering sekali dapat berakibat pada burung kacer menjadi lebih sukar berbunyi atau gacor.

Bila burung kacer sobat jinak, tentu kacer dapat rajin berbunyi lantas hukumnya harus bagi sobat yang punya kacer giras segera ubah burung sobat supaya jinak, atau tidak takut pada mahluk hidup di sekelilingnya terlebih manusia.

Berikut adalah cara mudah menjinakkan burung kacer agar lebih cepat gacor:

  1. Gantung burung kacer sobat di area tinggi di area ramai atau yang biasa dilalulalangi bagian keluarga. Janganlah justru digantung di area tersembunyi dikarenakan sobat takut burung kelabakan. Lakukan itu sepanjang lebih kurang sepekan. Sesudah itu, posisi agak diturunkan. Kerjakan sepanjang sepekan, turunkan lagi, sepekan mendatang turunkan lagi sampai posisi normal. Bila tempat tinggal sobat dekat jalur raya/kampung, lakukan gantung burung di halaman tempat tinggal dekat jalur namun mesti di waspadai juga lo dikarenakan kelak burung kacer sobat jadi hilang di curi orang.

    Bila burung sobat memanglah liar banget serta sobat lakukan anjuran saya ini, saya jamin burung sobat akan berdarah-darah di lebih kurang paruhnya, juga bulunya rusak. Namun no masalah. Itu sistem normal yang perlu kita lewati. Luka akan kering, bulu akan tumbuh lagi. 
  2. Biasakan memandikan burung kacer lewat cara dikaramba dengan waktu agak lama. Bila dia tidak mau mandi sendiri, semprot gunakan semprotan sampai basah kuyup. Tidak problem dia kelabakan kesana-kemari waktu disemprot. Betul-betul basah kuyup sampai menggigil kedinginan serta tidak kelabakan lagi. Biarlah dulu dia di karamba, sampai bulu agak kering. Namun bila sobat terburu-buru akan pergi, masukkan segera ke sangkar juga tidak apa-apa, serta gantung di tempatnya. Bila pernah, kerjakan “pemandian” itu pagi serta sore hari. 
Nah itu dia beberapa langkah cara menjinakkan burung kacer atau tidak takut dengan manusia lantas kelak bila burung sobat telah jinak tentu burung kacer sobat dapat gacor.

Tips Memilih Bakalan Burung Kenari Kontes

Tips Memilih Bakalan Burung Kenari Kontes


Burung Kenari Kontes
Sobat burung yang berbahagia di peluang ini kami pingin berikan sedikit jalan keluar beberapa pemula kicau mania yang pingin mempunyai burung kenari untuk dilombakan di arena kontes burung berkicau.

Sobat burung di mana lalu anda ada, barangkali sangat banyak orang orang katakan jika kita inginkan burung kenari kontes itu dari beli pada kontes burung kenari maka dapat mendapatkan burung yang bagus serta layak untuk kontes. Ya kata itu memanglah benar, namun sebagai masalahnya apa modal / duit kita banyak. Masalahnya burung yang kita bisa beli dari kontes dapat meraih jutaan apalagi puluan juta rupiah.

Untuk mengatasi problem ini kami memiliki cara menanganinya dengan kita beli burung kenari murah namun dapat untuk kontes.

Cara menentukan serta beli bakalan burung kenari kontes:

  1. Pastikan kenari jantan ( sudah berbunyi ). Perihal ini mutlak, serta tidak dapat diganggu gugat. 
  2. Cermati postur tubuh, tidak cacat, lincah, warna bergantung selera kita. Serta yang butuh diingat, kenari tidak bisa kegemukan, bila gemuk ia dapat malas berbunyi. 
  3. Simaklah bunyi kenari. Apakah kicauannya bagus? Panjang? Nyaring ( tidak tipis )?
    Kicauan: jika kita belum punya kebiasaan mendengarkan lagu kenari yang bagus, kita mesti sering-sering mendengarkan kenari punya rekan kita yang telah juara dikontes ( sebagai perbandingan ). Jika tak ada pembanding, kita dengarkan saja dengan perasaan, apakah kita jadi terhibur dengan kicauannya yang didendangkan oleh kenari tersebut atau tidak.
    Panjang: kicauannya yang dilantunkan sebaiknya panjang, beragam, tidak putus ditengah ( mesti ada ujung akhiran kicauannya yang enak ).
    Nyaring: sedikit susah mendengarkan nada kenari yang nyaring, bila tak ada pembanding. Bila kenari yang dapat dibeli dapat dipinjam/dites terlebih dulu, maka sekali lagi bandingkanlah dengan kenari kontes rekan kita. Bila tidak dapat, cobalah perhatikanlah leher kenari yang dapat dibeli waktu berbunyi, apakah di bagian lehernya dapat menonjol kedepan. Bila ya, umumnya volume suaranya nyaring. 
  4. Tengok apakah sepanjang berbunyi kenari itu ngotot. Umumnya kenari yang ngotot dapat turut berbunyi bila ada kenari jantan lain yang dilihatnya berbunyi. Lantas mereka dapat saling bersahut-sahutan/tidak akan kalah dalam berbunyi. Ada panduan yang cukup dapat dibuktikan utk lihat ke-ngotot-an seekor kenari. Cobalah bawalah/tes telebih dahulu kenari itu dengan kenari rekan kita yang telah juara, jika waktu dites kenari kita tampak ngotot dengan kepunyaan teman kita, maka kenari kita telah dapat disebut ngotot. 
  5. Cermati gaya kenari tsb waktu bernyanyi. Gaya yang baik bila waktu bernyanyi kenari itu menurunkan ke-2 sayapnya, dapat juga direntangkan, serta jalan kekanan serta kekiri. Terkadang ada kenari yang dapat mengeluarkan gaya tersebut bila lihat kenari jantan yang lain. Oleh dikarenakan itu, kita butuh tes dengan kenari jantan lain. 
  6. Mesti memiliki mental lapangan yang bagus. Ini sisi yang paling sulit saat memilih kenari. Kadang-kadang ada kenari yang telah mencukupi syarat di atas, namun tidak memiliki mental lapangan. Hingga waktu di arena kontes kenari tidak bekicau sesuai harapan. Untuk menentukan burung untuk mental bagus umumnya burung senantiasa berkicau walau banyak nada gaduh serta mendengar bunyi kenari lain. 
Untuk burung terlanjur kita beli namun tidak memiliki mental jalan keluarnya yakni lewat cara berikan makan yang mencukupi gizi serta vit. Hingga pertahanan tubuh tidak loyo, lantas burung kenari senantiasa kita ajak berlatih di atas gantangan kontes.

Demikianlah sobat burung cara kita menentukan burung kenari kontes diluar arena kontes. Semoga apa yang saya catat ini bisa berguna untuk kita seluruh.

Tips Supaya Burung Pleci Menjadi Jinak

Tips Supaya Burung Pleci Menjadi Jinak

Burung Pleci Jinak
Jinak bukan hanya bermakna takut, seekor burung pleci supaya dapat optimal performanya memanglah tidak mesti jinak serta juga tidak mesti buas/fighter. Bila terlampau jinak burung pleci tidak dapat getol/ngotot saat mengeluarkan nada serta juga sebaliknya bila burung pleci terlampau giras maka anda ketahui sendiri kan.

Untuk bikin burung supaya gacor owor-owor kita mesti menjinakannya terlebih dulu, menurut saya gambaran yang cocok seekor burung yang jinak yaitu layaknya burung kenari, dia tidak takut serta tidak jadi tertekan di lingkungan manusia tetapi bila anda dapat memegangnya tentu kesusahan.

Supaya seekor burung pleci bakalan agar cepat jinak, perihal yang butuh anda cermati yaitu :
  • Dari segi area. Letakkan (sandingkan/jejerkan) burung pleci bakalan berbarengan burung pleci yang telah jinak. Dikarenakan cii-ciri burung pleci yaitu kolonial, serta cara ini tidak sama dengan burung yang berkarakter fighter/petarung. Burung pleci dapat jadi aman apabila ada seekor burung pleci lain, serta amat di anjurkan saat memelihara burung pleci kian lebih seekor. Bisa anda tunjukkan bila anda pisahkan di antara pleci, upayakan jangan sempat saling lihat maka dia dapat saling sahut-sahutan, itu mengisyaratkan burung pleci tidak senang kesepian. 
  • Dari segi lingkungan. Upayakan taruh/gantang di area keramaian, banyak dilewati orang. Janganlah terlampau tinggi serta janganlah terlampau rendah, sekiranya burung pleci aman dari predator kucing 
  • Dari segi makanan serta minuman. Saat memberikan makan serta minum pada burung pleci bakalan, jangan sampai anda membatasinya dikarenakan burung pleci bakalan dapat mengikuti pada burung pleci yang jinak, itu telah jadi karakter burung pleci yang berkarakter basic kolonial dalam ini bisa saya katakan bahwa seekor burung pleci yaitu burung peniru (latta-jawa). 
  • Dari segi sangkar. Letakkan dalam sangkar/kurungan yang berukuran mini serta pasang tenggeran/pangkringan agak banyak, manfaatnya supaya gerakan burung pleci bakalan agar jadi terbatas serta punya kebiasaan dengan situasinya, itu menolong burung pleci saat membawakan lagu agar nagen. 
Perihal terutama saat menjinakan burung, upayakan momongan anda jadi nyaman dengan situasinya, cermati serta koreksi apa saja yang bisa bikin momongan anda jadi nyaman.

Tips Pintar Merawat Burung Kacer Kesayangan Anda

Tips Pintar Merawat Burung Kacer Kesayangan Anda


Burung Kacer

Buat sobat penggemar burung kacer, dalam memelihara burung jenis ini haruslah memiliki waktu yang cukup untuk dapat memperoleh hasil rawatan yang optimal. Namun sayangnya tidak semua sobat burung dapat meluangkan waktunya yang cukup untuk selalu merawat peliharaannya secara rutin, ini mungkin dikarenakan kesibukan sobat yang padat, sehingga waktu untuk merawat si burung kacer tersebut semakin terbatas.

Nah kali ini ini kami akan berikan tips merawat burung kacer, khusus bagi sobat burung yang tidak punya banyak waktu luang:
  • Keluarkan burung sekitar jam 7 pagi, dan ganti makanan beserta dengan minumannya.
  • Bersihkan alas kandang dari kotoran, namun jika sobat burung tidak sempat, ada baiknya sobat menyediakan cadangan alas bawah kandang yang dapat berfungsi pada saat pergantian alas maka sobat tidak harus mencucinya, cukup hanya dengan menggantikan dengan alas bawah kandang yang sudah sobat sediakan tersebut, sehingga akan menghemat waktu sobat.
  • Masukkan cepuk/bak tempat mandi yang bersih ke dalam sangkar.
  • Gantung burung di bagian teras rumah ataupun bagian rumah yang disinari cukup cahaya matahari di pagi harinya namun untuk siang hari tidak perlu disinari lagi. Namun pastikan dalam urusan peletakkan sangkar, lokasinya tidak mudah dijangkau oleh orang asing, karena sekarang lagi marak tuh maling burung!!!…
  • Berikan EF yang secukupnya.
Sebagai catatan : Burung tidak dimandikan didalam keramba, dikarenakan akan menghabiskan waktu yang lama, cukup dengan cepuk mandi burung saja, dan biarkan burung itu yang mandi sendiri.

Gambar Burung Kacer Lainnya ..

Merawat Burung Kenari Agar Lebih Sering Berkicau

Merawat Burung Kenari Agar Lebih Sering Berkicau

Burung Kenari Kicau
Suara kicauan burung kecil ini memukau beberapa pendengarnya., sampai sangat banyak pengagum burung memelihara kenari. Disamping itu warna bulu yang cerah bikin kenari enak dilihat.

Burung kenari ini sebaiknya dijaga supaya senantiasa sehat hingga si pemilik bisa nikmati keindahan burung ini. Sebagaimana biasanya binatang piaraan yang ada dalam kandang, maka makanan serta minuman sebaiknya diperhatikan, di samping itu juga situasi sangkarnya sendiri. Sangkar kecil yang kotor serta bau tentulah kurang menggembirakan, terlebih bila area makanan dan minuman juga kotor tidak terurus. Type perawatan ini meliputi banyak hal salah satunya:
  • sangkar 
  • area untuk mandi 
  • perawatan 
  • ubah bulu 
  • komposisi makanan campuran 
  • cincin kaki (bila dibutuhkan) 
  • area makan serta minuman 
Penyelidikan perihal perilaku binatang sudah jalan sejak lama, serta penilaian kita dapat binatang piaraan yang kita kurung sesungguhnya tidak bernilai untuk binatang itu sendiri. Seorang sarjana prof hediger, sudah menunjukkan dengan ilmiah bahwa seekor binatang yang sudah ada dalam peliharaan manusia dapat dikira lingkungannya itu sebagai lokasi area tinggalnya. Ini berlaku untuk binatang yang sudah dipelihara manusia dari generasi ke generasi, serta dikembangbiakan dalam lingkungan tangkapan, dalam perihal ini sangkar sebagai area tinggalnya.

Tak hanya sangkar terus dijaga kebersihannya yang lebih utama yaitu kesehatan burung itu sendiri, dikarenakan karakter kenari senang membasahi tubuhnya maka untuk tambah baiknya diletakkan sebagian wadah untuk mandi, umumnya bisa dikerjakan pada saat menjemur pada pagi hari atau bisa juga sore hari. Mandi untuk burung kenari amat bermakna sekali terlebih pada saat sistem ubah bulu banyak pengemar burung menyebutkan bahwa bila burung kenari itu tengah sakit dapat ditandai dengan kerapkalinya ia membasahi dirinya, memandikan dirinya kian lebih umumnya. Situasi yang sama saja kita tengok bila kenari habis mengerami telunya, dapat amat kerap membasahi tubuhnya dengan air. Juga dalam perihal penjemuran panas matahari sebaiknya diawasi supaya tidak punya pengaruh jelek pada burung. Berjemur dengan berkelanjutan dapat amat membahayakan burung itu sendiri. Sebagian burung dapat mati percuma bila kita tidak mengawasi prosesnya.

Tanda-tanda fisik kenari yang potensial

  • kepala besar, agak kotak serta tidak mengerucut, mengisyaratkan mental tarungnya bagus 
  • leher serta paruh tidak tipis mengisyaratkan volume suara keras 
  • badan panjang serta ramping mendukung panjangnya nafas

Tips dan Trik Agar Burung Pleci Cepat Gacor (Berbunyi)

Tips dan Trik Agar Burung Pleci Cepat Gacor (Berbunyi)


Burung Pleci Gacor
Burung pleci atau yang biasa juga disebut dengan burung kacamata merupakan jenis burung yang saat ini sangat populer di pelihara dikalangan pencinta burung di tanah air. Selain bentuk fisiknya yang unik karena memiliki garis lingkaran mata yang seperti menggunakan kacamata, burung ini juga disinyalir memiliki suara kicauan yang merdu.

Nah, untuk sobat burung pleci yang ingin burung kesayangannya cepat gacor (berbunyi), kami punya tips yang pasti bermanfaat.

1. Perawatan Sederhana Untuk Burung Pleci

  • Setiap pagi hari atau pada waktu subuh sekitar jam 5 s/d jam 7 pagi, keluarkan burung pleci sobat tujuannya, untuk di embunkan sampai sinar matahari perlahan menghangatkan tubuhnya.
  • Kemudian, saat matahari sudah cukup terang, mandikan burung pleci sobat dengan semprot/sprayer yang lembut hingga bulu-bulunya basah.
  • Setelah mandi hingga basah, selanjutnya jemur burung pleci sobat di bawah sinar matahari secukupnya saja dan jangan lupa untuk menempatkan tempat minum burung pleci sobat, karena pada saat penjemuran burung pleci pasti membutuhkan minum untuk menyegarkan tubuhnya.
  • Jika sudah setengah jam, angkat burung pleci sobat dan taruh ditempat yang teduh, kemudian beri makan dengan ulat hongkong kecil yang berwarna putih (kira-kira 2-3 ulat hongkong yang sedang ganti kulit sangat baik untuk membuat burung pleci cepat gacor) namun jangan lupa untuk memberi makanan berupa buah seperti pisang, pepaya, dsb.

2. Tips Memilih Makanan yang Tepat untuk Burung Pleci 

  • Makanan burung pleci yang terbaik adalah dari jenis serangga atau ulat, bisa juga dengan ulat kandang, ulat hongkong, jangkrik yang kecil, ataupun kroto (khusus untuk kroto, jangan diberikan setiap hari dan jangan banyak-banyak dalam pemberiannya).
  • Sebagai makanan tambahan boleh juga diberikan madu yang ditempatkan khusus, atau dalam pemberiannya sobat bisa mengoleskan madu di buah pisang.
Jika semua sudah dilakukan, biarkan hingga sore menjelang dan jika dibutuhkan pada sore harinya burung pleci boleh dimandikan. Dan jika ini rutin dilakukan, niscaya anda akan dapat menikmati ocehan burung pleci kesayangannya setiap hari.

Tips Perawatan Burung Ciblek Agar Cepat Gacor

Ciblek Gacor
Bagaimana bikin burung ciblek jadi cepat gacor? Kuncinya ada di perawatan serta juga yang tidak kalah penting yaitu mental dari si burung itu sendiri. Layaknya kita ketahui ciblek yang telah kita kenal ada dua jenis type yakni ciblek dada putih serta ciblek dada putih kekuningan. Dari ke-2 type ciblek tersebut ada perbedaan ciri-ciri dari keduanya. Burung ciblek dada putih contohnya, bila telah kalah bertarung umumnya burung ini dapat lebih lama sembuhnya dibanding dengan burung ciblek dada kuning atau putih kekuningan.

Ciblek atau bhs latinnya prinia famillia ini yaitu burung kecil yang lebih kurang tahun 80 - 90an ada banyak bercengkrama di lebih kurang halaman tempat tinggal kita. Nada khasnya sebagaikan burung ini digandrungi oleh beberapa kicaumania di seluruh indonesia serta jadikan burung ini jadi naik daun serta berangsur-angsur mulai jarang tampak di alam bebas. Penangkapan yang terlalu berlebih jadi di antara karena menghilangnya burung ciblek di pekarangan maupun di kebun-kebun.

Ciblek jantan serta betina dapat dibedakan dari warna paruh sisi bawahnya. Untuk ciblek jantan dewasa warna paruh semuanya yaitu berwarna hitam namun untuk jantan muda warna paruh sisi bawahnya berwarna putih kepucatan dengan sedikit warna hitam di ujung paruhnya, namun untuk ciblek betina warna paruh sisi bawahnya berwarna putih.

Variasi nada burung ciblek umumnya seirama serta diperdengarkan dengan tempo tinggi ( ngotot ) serta terus-terusan, hingga enak didengar. Sebagian ciblek sudah bisa di master dengan nada burung lain. Arti nada tembakan, nada ngebren yaitu arti yang biasa dipakai oleh pengagum burung ini untuk menggambarkan nada burung ciblek yang tengah berkicau. Nada tembakan yaitu nada burung waktu memperdengarkan nada kerasnya dengan satu-persatu dengan tempo suara yang tidak demikian rapat. Ngebren yaitu nada ciblek yang diperdengarkan dengan tempo tinggi/rapat serta keras. Terasa jarang kita jumpai burung ciblek yang bersuara ”setengah hati”. Variasi nada burung ini dapat bergantung pada kecerdasan burung saat menangkap serta merekam nada burung lain di sekelilingnya.

Tidak saja untuk dipertandingkan, burung ciblek juga dikenal sebagai burung ”master” yang baik, terutama untuk burung kenari, branjangan, cucak hijau serta yang lain.

Perawatan harian burung ciblek 

  1. makanan utama yang harus disediakan untuk ciblek tiap-tiap harinya yaitu : 
  2. Jangkrik kecil ( atau jangkrik dewasa sesudah di potong kepala, kaki serta sayapnya ) 
  3. Ulat ( dapat ulat kandang / ulat hongkong ) 
  4. Kroto 
  5. Voer lembut ( banyak kicaumania yang memberikan susu bubuk kedalam voernya ) 

Perawatan harian untuk ciblek dewasa 

  • Perawatan harian dapat diawali dengan pemberian jangkrik kecil 3 ekor pagi / sore 
  • ulat ( untuk UH sebelum saat diberikan baiknya kepala ulat dipotong dulu, serta semakin bagus lagi bila diberikan UH yang tetap berwarna putih / ubah kulit ) sejumlah 3 ekor p/s 
  • kroto baiknya minimal 2 kali 1 minggu atau 3 kali 1 minggu. 
  • Voer diberikan voer lembut serta digabung dengan susu bubuk. 
  • Penjemuran minimal 2 s/d 3 jam tiap-tiap hari. 
  • Pada saat menggantung burung ini upayakan berjauhan dari burung sejenis atau burung predator lainnnya layaknya toed/cendet/pentet. 
  • Tempel dengan burung betina / burung muda optimal 2 kali 1 minggu sepanjang - 2 jam, untuk mengasah mentalnya. 
Sebenarnya kunci dari pada perawatan harian burung yaitu bergantung dari setelan harian yang kita lakukan untuk burung kicauan kita, serta sesudah itulah yang jadikan sebagai patokan dari perawatan burung tiap-tiap harinya. Coba kerjakan pergantian perawatan layaknya jumlah jangkrik/ulat yang didapatkan tiap-tiap harinya lantas amati perubahan burung tersebut apakah burung tersebut makin agresif, rajin berkicau atau jadi jadi malas berkicau, cari setelan yang menurut anda yaitu setelan yang pas diaplikasikan pada burung anda tiap-tiap harinya. Umumnya sesudah anda mendapatkan setelan yang cocok untuk burung anda maka burung lalu dapat lebih optimal serta tentulah perihal ini yang amat diinginkan oleh kicauan mania, mempunyai burung yang gacor di tempat tinggal maupun di arena kontes.

Selasa, 09 Juli 2013

CARA PERAWATAN CUCAK HIJAU AGAR RAJIN BERBUNYI

Selamat datang di blog Kicauan
Beberapa Artikel tentang burung cucak ijo atau biasa juga disebut burung cucak hijau yang paling sering di baca pengunjung di blog kicauan ini adalah :


Untuk postingan selanjutnya yang dishare di blog kicauan ini adalah tentang :

CARA PERAWATAN CUCAK HIJAU AGAR RAJIN BERBUNYI


kicauan blog-Sudah ada beberapat artikel yang membahas tentang bagaimana tips cara merawat burung kicauan baik yang diperuntukkan hanya sekedar hobby ataupun yang memang sengaja dipelihara yang diperuntukkan untuk perlombaan. Seperti pada artikel yang sebelum-sebelumnya dan juga tidak berbeda jauh dengan artikel yang disampaikan oleh para penggemar burung kicauan yang ikut menyampaikan tips yang asyik dan mantaB mengenai tata cara bagaimana cara merawat dan membentuk burung cucak hijanu dapat rajin berkicau dan gacor siap tampil dalam setiap pertandingan yang diadakan.
Di sini kicauan blog akan mencoba menyampaikan sedikit pendapat saya dan juga sebagaian saya ambil dari teman-teman yang sudah meng-share tentang bagaimana tips dan caranya merawat burung kicauan terutama yang akan dibahas disini adalah burung cucak hijau (cucak ijo) agar rajin berkicau (gacor).
Pada dasarnaya apa yang akan saya sampaikan ini tidak beda jauh dengan penulis-penulis lainnya mengenai tata cara bagaimana merawat dan memproes Cucak Hijau agar rajin bunyi dan gacor.

Berikut adalah tips dan cara simple dalm merawat cucak hijau agar rajin berkicau (gacor):
1. Pertama diawalai dari cara pemilihan jenis kelamin burung karena biasanya yang rajin berkicau adalah yang jenis kelamin jantan, dan kebanyam para penghobi burung sudah tahu ciri-ciri bedanya antara burung jantan dan betina. 
2. Selanjutnya burung dimandikan setiap pagi dengan cara semprot pakai spray atau jika memungkinkan berilah cepuk agar burung lebih leluasa mandinya yaitu pada sekitar jam 7an atau tergantung situasi atau mungkin lebih siang sedikit jika kondisi hujan (karena kebetulan lagi musim hujan) dan jangan lupa apabila mandi dengan cepuk, ambil cepuk kembali apabila sudah selesai mandi.
3. Lakukan penjemuran selama kurang lebih 1 jam jika matahari benar-benar cerah dan boleh lebih lama apabila kondisi matahari tidak begitu cerah, selesai dijemur lalu diangin-anginkan di teras.
4. Sediakan makanan yang cukup seperti voer yang berkualitas (maaf tidak bermaksud promosi: topsong sudah lumayan bagus) karena pada makanan kemasan terebut terdapat kandungan vitamin, protein dan zat lain yang dibutuhkan oleh burung.
5. Berilah makanan tambahan pada burung atau yang lebih dikenal dengan (EF: Extra Fooding) seperti jangkrik setiap pagi 2 - 3 ekor dan sore demikian juga 2-3 ekor, bisa juga ditambah dengan ulat hongkong cukup satu sendok makan untuk 2-3 hari dan juga berikan kroto sebagai variasi jenis EF lainnya yang juga bisa dan diperbolahkan.
6. Lakukan pemasteran suara, baik melalui suara burng secara langsung seperti misalnya didekatkan dengan burung-burung dengan suara yang indah dan unik namun diusahakan yang sudah gacor, seperti jalak suren, jalak kebo, atau jalak yang lain karena jalak memang sudah terkenal dengan suaranya yang sangat kencang dan keras dan bisa juga dengan menggunakan suara burung dalam bentuk MP3 yang sudah pernah jadi jawara (bisa download di internet) dengan settingan suara yang bisa membuat cucak hijau kita bisa berlatih dan terbiasa dengan suara tersebut. 
7. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah buatlah suasana disekitar rumah diusahakan ramah terhadap burung artinya jangan sampai burung merasa tidak nyaman, terganggu dengan adanya penggoda yang memang sengaja menggoda atau karena tidak tahu dan hanya sekedar ingin iseng, maka kalo bisa hal seperti itu diusahakan untuk dihindari demi kenyamanan burung, karena akan berpengaruh pada fisik dan psikis si burung itu sendiri dan secara tidak langsung akan mempengaruhi seni dan kualitas suara dan ocehan si burung.
Perawatan untuk persiapan lomba
Cara merawat burung cucak hijau lomba sesungguhnya tidak jauh tidak sama dengan perawatan harian. tujuan perawatan pada step ini yakni menyiapkan burung supaya memiliki tingkat birahi yang diinginkan serta mempunyai stamina yang stabil. kunci kesuksesan perawatan lomba yakni mengetahui baik cii-ciri basic tiap-tiap burung.
Di bawah ini cara merawat burung cucak hijau stelan lomba buat burung cucak hijau :
h-3 sebelum saat lomba, jangkrik dapat dinaikkan jadi 10 ekor pagi serta 6 ekor sore.
h-2 sebelum saat lomba, burung baiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
1 jam sebelum saat digantang lomba, berikanlah jangkrik 3 ekor serta ulat hongkong 10-20 ekor.
seandainya burung dapat turun lomba kembali, berikanlah jangkrik 1 ekor lagi.
penting
Janganlah memandikan burung pada waktu di lapangan, lantaran bisa bikin birahi burung tersebut jadi amat tidak stabil.
Berikanlah peluang pada burung buat beradaptasi sebentar pada situasi lapangan, supaya burung tidak kaget.
Perawatan Pasca Lomba
Perawatan pasca lomba sesungguhnya berperan memulihkan stamina serta mengembalikan keadaan fisik burung.
Di bawah ini pola perawatan serta stelan pasca lomba buat burung cucak hijau :
- Porsi ef dikembalikan ke stelan harian.
- Berikanlah multivitamin pada air minum pada h+1 sesudah lomba.
- Sampai h+3 sesudah lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

Perawatan Pada Saat Mabung
Mabung (moulting) atau rontok bulu adalah siklus alamiah pada keluarga burung. perawatan burung pada saat mabung yaitu menjadi perihal yang amat perlu, lantaran seandainya perawatan yang salah pada saat ini dapat bikin burung jadi rusak. pada saat mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat nyaris 40% dari keadaan normal. oleh lantaran itu, burung perlu konsumsi nutrisi yang berkwalitas baik dengan porsi semakin besar dari keadaan normal. jauhi mempertemukan burung dengan burung sejenis, lantaran dapat bikin proses mabung jadi terganggu. efek dari ini yaitu ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. proses mabung juga terkait dengan hormon reproduksi.
Di bawah ini pola perawatan waktu mabung :
Letakkan burung di area yang sepi, jauh dari jalan raya manusia. baiknya burung semakin banyak didalam keadaan dikerodong. Mandi cukup 1x 1 minggu saja serta jemur maksimal 30 menit/hari
pemberian porsi ef diberikan semakin banyak lantaran amat dibutuhkan buat pembentukan sel-sel baru serta buat perkembangan bulu baru. contohnya : stelan jangkrik dibikin 5 ekor pagi serta 5 ekor sore, kroto 1 sendok makan tiap-tiap pagi serta ulat hongkong 3 ekor tiap-tiap pagi. Bberikanlah multivitamin yang berkwalitas yang digabung di air minum 2x 1 minggu. Perbanyak pemberian buah pepaya, lantaran buah pepaya amat gampang dicerna hingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. disamping itu buah pepaya banyak memiliki kandungan banyak vit. c yang dapat menolong menambah daya tahan tubuh burung. Kerjakan pemasteran. waktu mabung bikin burung semakin banyak pada keadaan diam serta mendengar. inilah waktu yang pas buat isi variasi nada cocok dengan yang kita kehendaki. kerjakan pemasteran dengan pas, cocokkan cii-ciri serta jenis nada burung dengan nada burung master.
Demikian tips dari saya semoga bermanfaat, pada dasarnya tips dan cara seperti itu tidak multak harus dilakukan sama percis seperti yang saya sampaikan karena tergantung kondisi, situasi dan kesabaran serta keuletan dalam kita memberikan perhatian terhadap hewan kesayangan kita.
Selamat mencoba dan semoga berhasil.
(sumber: sebagian artikel diambil dari http://caraberternak.com)

Minggu, 15 April 2012


Kota biru yang penuh misteri

Bagikan artikel ini :
Di India, terdapat kota yang seluruh rumahnya bercat biru. Kota tersebut adalah Jodhpur, kota terbesar kedua di negara bagian Rajasthan, India. Terletak 335 kilometer (208 mil) barat dari ibukota negara bagian, Jaipur.


Kota ini menjadi destinasi wisata yang cukup populer, selain keunikan warna biru yang menyelimuti seluruh permukiman, Jodhpur juga memiliki situs berupa istana dan kuil-kuil. Kota ini juga dikelilingi oleh tembok batu tebal.

Berkunjung ke tempat ini tidak perlu harus tergantung dengan musim, karena cuacanya selalu cerah sepanjang tahun. Oleh sebab itu, Jodhpur dikenal juga sebagai "Sun City". Meskipun julukan yang lebih terkenal disebut sebagai "Kota Biru".


Yang menarik, alasan penduduk mengecat rumah mereka menjadi biru masih menjadi misteri. Bisa jadi, bila kita bertanya mengapa mereka mengecat rumahnya dengan warna biru, mereka menjawab karena warna biru akan membuat rumah mereka menjadi dingin dan bebas dari nyamuk.

Namun demikian, beberapa sumber menyebut alasan-alasan berikut ini:

1. Warna biru dipilih mengikuti orang-orang berkasta Brahmana yang selalu mengecat rumah mereka dengan warna biru, karena dewa-dewa biasanya selalu berwarna biru (pernah lihat film soal Dewa Krishna kecil?)

2. Warna biru untuk mengusir nyamuk

3. Menurut pendapat penduduk Jodhpur, warna biru bisa mendinginkan suasana rumah.


Guna menikmati keindahan lanskap Jodhpur, bisa dilihat dari Benteng Meherangarh. Benteng dengan tembok setinggi 35 meter ini memiliki jendela-jendela batu untuk melihat pemandangan di luar. Dari tempat inilah kita bisa mengagumi jajaran rumah biru yang sampai kini masih diselimuti misteri.

Minggu, 08 April 2012


Sejarah Kampung Kuta Ciamis

Kampung yang terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, berbatasan dengan Jawa Tengah itu dikenal sebagai Kampung adat. Ada beberapa versi mengenai sejarah Kampung Kuta ini.

Menurut cerita rakyat setempat, asal-usul Kampung Kuta berkaitan dengan berdirinya Kerajaan Galuh. Konon, pada zaman dahulu ketika Prabu Galuh yang bernama Ajar Sukaresi (dalam sumber lain, tokoh ini adalah seorang pandita sakti) hendak mendirikan Kerajaan Galuh, Kampung Kuta dipilih untuk pusat kerajaan karena letaknya strategis.


Prabu Galuh memerintahkan kepada semua rakyatnya untuk mengumpulkan semua keperluan pembangunan keraton seperti kapur bahan bangunan, semen merah dari tanah yang dibakar, pandai besi, dan tukang penyepuh perabot atau benda pusaka. Keraton pun akhirnya selesai dibuat. Namun, pada suatu ketika, Prabu Galuh menemukan lembah yang (Kuta) oleh tebing yang dalamnya sekitar 75 m di lokasi pembangunan pusat kerajaan itu. Atas musyawarah dengan para punggawa kerajaan lainnya, diputuskanlah bahwa daerah tersebut tidak cocok untuk dijadikan pusat kerajaan (menurut orang tua, "tidak memenuhi Patang Ewu Domas").

Selanjutnya, mereka berkelana mencari tempat lain yang memenuhi syarat. Prabu Galuh membawa sekepal tanah dari bekas keratonnya di Kuta sebagai kenang-kenangan. Setelah melakukan perjalanan beberapa hari, Prabu Galuh dan rombongannya sampai di suatu tempat yang tinggi, lalu melihat-lihat ke sekeliling tempat itu untuk meneliti apakah ada tempat yang cocok untuk membangun kerajaannya. Tempat ia melihat-lihat itu sekarang bernama "Tenjolaya".

Prabu Galuh melihat ke arah barat, lalu terlihatlah ada daerah luas terhampar berupa hutan rimba yang menghijau. Ia kemudian melemparkan sekepal tanah yang dibawanya dari Kuta ke arah barat dan jatuh di suatu tempat yang sekarang bernama "Kepel". Tanah yang dilemparkan tadi sekarang menjadi sebidang sawah yang datar dan tanahnya berwarna hitam seperti dengan tanah di Kuta, sedangkan tanah di sekitarnya berwarna merah. Prabu Galuh melanjutkan perjalanannya sampai di suatu pedataran yang subur di tepi Sungai Cimuntur dan Sungai Citanduy, lalu mendirikan kerajaan di sana .

Cerita selanjutnya tentang Prabu Galuh tersebut hampir mirip dengan cerita Ciung Wanara dalam naskah Wawacan Sajarah Galuh, bahwa Prabu Galuh kemudian digantikan oleh patihnya, Aria Kebondan (dalam naskah disebut Ki Bondan). Prabu Galuh menjadi pertapa di Gunung Padang. Menurut versi tradisi lisan, Prabu Galuh meninggalkan dua orang istri, yaitu Dewi Naganingrum dan Dewi Pangrenyep. Saat itu, Dewi Naganingrum sedang mengandung. Ketika Dewi Naganingrum melahirkan, Dewi Pangrenyep menukar bayinya dengan seekor anak anjing. Bayi itu kemudian dihanyutkan ke Sungai Citanduy.

Melihat Dewi Naganingrum beranak seekor anjing, Aria Kebondan yang menjadi raja di Galuh menjadi marah, lalu menyuruh Lengser membunuhnya. Namun, Lengser itu tidak membunuh Dewi Naganingrum, tetapi menyembunyikannya di Kuta. Adapun bayi yang dibuang ke Sungai Citanduy itu kemudian ditemukan oleh Aki Bagalantrang di depan badodon (tempat menangkap ikan)-nya. Bayi itu dipungut dan diasuh oleh Aki Bagalantrang hingga remaja, lalu diberi nama Ciung Wanara.

Tempat Aki Bagalantrang mengasuh bayi itu sekarang disebut daerah "Geger Sunten", sekitar 6 km dari Kuta. Ciung Wanara kemudian merebut kembali Kerajaan Galuh dari Aria Kebondan melalui sabung ayam, sebagaimana yang diceritakan dalam naskah. Setelah Ciung Wanara menjadi raja, Lengser pun menjemput Dewi Naganingrum sehingga bisa berkumpul kembali dengan anaknya.

Di Kampung Kuta terdapat mitos tentang Tuan Batasela dan Aki Bumi. Diceritakan bahwa bekas kampung Galuh yang telah diterlantarkan selama beberapa lama ternyata menarik perhatian Raja Cirebon dan Raja Solo. Selanjutnya, masing-masing raja tersebut mengirimkan utusannya untuk menyelidiki keadaan di Kampung Kuta. Raja Cirebon mengutus Aki Bumi, adapun Raja Solo mengutus Tuan Batasela.

Raja Cirebon berpesan kepada utusannya bahwa ia harus pergi ke Kuta, tetapi jika didahului oleh utusan dari Solo, ia tidak boleh memaksa jadi penjaga Kuta. Ia harus mengundurkan diri, tetapi tidak boleh pulang ke Cirebon dan harus terus berdiam di sekitar daerah itu sampai mati. Pesan yang sama juga didapat oleh utusan dari Solo. Pergilah kedua utusan tersebut dari kerajaannya masing-masing.

Utusan dari Solo, Tuan Batasela, berjalan melalui Sungai Cijolang sampai di suatu kampung, lalu beristirahat di sana selama satu malam. Jalan yang dilaluinya itu hingga saat ini masih sering dilalui orang untuk menyeberang dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Penyeberangan itu diberi nama "Pongpet". Adapun Aki Bumi dari Cirebon langsung menuju ke Kampung Kuta dengan melalui jalan curam, yang sampai saat ini masih ada dan diberi nama "Regol", sehingga tiba lebih dulu di Kampung Kuta.

Sesampainya di sana, Aki Bumi menemui para tetua kampung dan melakukan penertiban- penertiban, seperti membuat jalan ke hutan dan membuat tempat peristirahatan di pinggir situ yang disebut "Pamarakan". Karena telah didahului oleh utusan dari Cirebon, Tuan Batasela kemudian terus bermukim di kampung tempat ia bermalam, yang terletak di utara Kampung Kuta.

Konon, utusan dari Solo itu kekurangan makanan, lalu meminta-minta kepada masyarakat di Kampung itu, tetapi tidak ada yang mau memberi. Keluarlah umpatan dan sumpah dari Tuan Batasela yang mengatakan bahwa "Di kemudian hari, tidak akan ada orang yang kaya di Kampung itu." Ternyata, hingga saat ini rakyat di kampung itu memang tidak ada yang kaya. Karena menderita terus, Tuan Batasela kemudian bunuh diri dengan keris.

Darah yang keluar dari luka Tuan Batasela berwarna putih, lalu mengalir membentuk parit yang kemudian disebut "Cibodas". Kampung itu pun diberi nama Kampung Cibodas. Tuan Batasela dimakamkan di tengah- tengah persawahan di sebelah utara Kampung Cibodas. Makamnya masih ada hingga saat ini. Aki Bumi terus menjadi penjaga (kuncen) Kampung Kuta sampai meninggal, lalu dimakamkan bersama keluarganya di tengah-tengah Kampung, yang sekarang termasuk Kampung Margamulya. Tempat makam itu disebut "Pemakaman Aki Bumi". Setelah keturunan Aki Bumi tidak ada lagi, Raja Cirebon memerintahkan bahwa yang menjadi kuncen di Kampung Kuta berikutnya adalah orang-orang yang dipercayai oleh Aki Bumi, yaitu para leluhur kuncen Kampung Kuta saat ini.

Mitos-mitos yang dituturkan oleh tradisi lisan terkadang mempunyai keterkaitan dengan mitos yang diceritakan dalam sumber naskah. Keterkaitan itu kemudian menimbulkan pertanyaan bagi kita, apakah si penutur mitos yang bersumber pada naskah atau naskah yang ditulis berdasarkan penuturan. Jika dirujuk pada usianya, maka tradisi lisan telah ada sebelum tulisan muncul sehingga dapat diasumsikan bahwa naskah ditulis berdasarkan cerita yang dituturkan.

Tradisi lisan yang terus ada hingga saat ini, seperti yang dituturkan oleh para kuncen atau tukang cerita, terdapat dua kemungkinan mengenai asal-usulnya. Pertama, tradisi lisan itu berdasarkan cerita naskah yang dibaca kemudian dituturkan kembali. Kedua, tradisi lisan itu memang belum pernah dituliskan dalam bentuk naskah, lalu dituturkan secara turun-temurun. Adanya perbedaan versi suatu cerita yang dituturkan dalam naskah dan tradisi lisan disebabkan oleh beberapa kemungkinan, yaitu perbedaan sumber cerita, distorsi cerita karena pewarisan cerita yang turun-temurun memungkinkan terjadinya penambahan ataupun pengurangan isi cerita, dan adanya keinginan dari penutur cerita untuk mengedepankan peranan seorang tokoh ataupun berapologia atas kesalahan tokoh tersebut.

Demikian pula dengan cerita tentang Kampung Kuta di atas. Ada beberapa bagian yang hampir mirip dengan cerita yang dikemukakan dalam naskah dan ada pula yang berbeda jalan ceritanya. Adapun mengenai kebenaran isi cerita atau mitos tersebut bukanlah suatu permasalahan. Setidaknya, mitos-mitos tersebut dihormati dan dipelihara oleh masyarakatnya. Lebih jauh, bukankah ilmu pengetahuan juga pada awalnya berkembang dari bentuk pemikiran mitis.

Hingga saat ini, Kampung Kuta tetap dilestarikan sebagai kampung adat atau petilasan. Masyarakatnya masih memelihara dan melestarikan tradisi-tradisi leluhur mereka. Pantangan-pantangan pun dibuat untuk menjaga kelestarian tradisi itu, seperti larangan membuat rumah dari tembok dan memakai atap genteng, larangan mengubur mayat orang dewasa kecuali bayi kecil dan dalamnya pun tidak melebihi pangkal paha, larangan menggali sumur terlalu dalam, larangan mementaskan wayang, larangan meminum minuman keras, tidak boleh sombong atau menentang adat kuta, dan sebagainya.

Dengan masih bertahannya Kampung Kuta sebagai Kampung Adat yang berada di Ciamis ini, sepatutnya harus kita banggakan, karena dengan adanya Kampung Kuta sebagai Kampung Adat yang masih bertahan menunjukkan bahwa masih ada pelestari kebudayaan yang masih eksis hinga saat ini. Mari kita lestarikan warisan kebudayaan leluhur...


Sumber: Blog Kang Mustafid

Ribuan Kelelawar di Situ Panjalu Menghilang

Selama berpuluh-puluh tahun, pepohonan Nusa Gede dimana di dalamnya ada makam keramat Prabu Sanghyang Boros Ngora yang terletak di tengah situ Panjalu, dihinggapi komunitas kelelawar atau kalong yang jumlahnya ribuan.

Komunitas kalong tersebut tidak pernah berpindah ke nusa lain di sekitar situ, atau pepohonan lain selain pohon yang ada di Nusa Gede. Tetapi sudah 17 hari ini, makam keramat Boros Ngora tak lagi dikelilingi kalong yang menggelayut di pohon Nusa Gede dan berkeleling terbang di atasnya. Mereka sudah pergi meninggalkan Situ Panjalu, entah pergi kemana.

Hilangnya komunitas kalong selama lebih dari dua minggu ini, menimbulkan banyak tanda tanya bagi warga setempat. Seperti yang diungkapkan Haris, warga Kampung Dukuh, Kec. Panjalu. Ia bersama warga di Panjalu merasa heran dengan kejadian tersebut yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Warga khawatir, perginya kalong dari Nusa Gede Panjalu menjelang tahun baru islam dan menjelang nyangku ini, menyimpan tanda-tanda atau isyarat akan terjadinya sesuatu. "Yang kami khawatirkan, ini menjadi pertanda buruk, karena baru pertama kali terjadi," katanya.

Bahkan menurutnya, bukan hanya kelelawar, burung pun tak terlihat singgah di Nusa Gede Panjalu ini. "Burung pun tak mau hinggap di situ. Semoga saja pertandanya pertanda baik, " kata Haris.

Dikatakan Haris, memang pernah terjadi dimana Nusa Gede ditinggal pergi komunitas kalong, tetapi hanya berlangsung satu hari. Tapi kali ini sudah tujuhbelas hari kalong kalong itu tak lagi kembali ke Nusa Gede.

Warga menyayangkan, kejadian ini tidak dijadikan perhatian serius pihak disbudpar Ciamis. Karena hingga saat ini, belum ada satupun dari instansi terkait yang melakukan kajian, kenapa Nusa Gede ditinggal pergi komunitas kalong.

"Apa karena gejala alam atau karena faktor lain. Ini harus dikaji agar tidak berkembang dugaan-dugaan lain yang bersifat mistis dan menyesatkan warga, " ujar Haris. K-27***

sumber: kabar-priangan.com



Situ Haurgeulis Butuh Sentuhan

Suasana yang sepi cukup menunjang situ Haurgeulis, di Desa Sukahurip, Kecamatan Cisaga dimanfaatkan untuk bobogohan. Pasangan muda-mudi sengaja datang untuk menikmati suasana sepi situ yang sempat ramai dikunjungi pengunjung. Setiap harinya tidak kurang dari 10 pasang muda mudi menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi Situ yang luasnya lebih dari 5 hektar.

Dede (60) warga setempat mengakui pada hari Sabtu dan Minggu banyak pasangan muda mudi yang berkunjung ke Situ Haurgeulis. "Rame diten saptu sareng mingu mah seueur nu bobogohan," katanya belum lama ini.

Menurut Dede pada awal pembangunan situ tahun 2004 lalu, sempat ramai banyak dikunjungi warga. Bahkan di situ sengaja disimpan dua buah perahu dan saung-saung persinggahan. Namun jumlah pengunjung menurun setelah terjadi tragedi ada yang meninggal saat berenang.

"Aya kana 6 sasih mah rame na teh, tos eta mah ngalelep," katanya.

Penataan situ saat ini kembali dilakukan pihak Desa. hanya saja masih belum sempurna dan belum bisa menarik wisatawan untuk berkunjung. Baru jalan disekeliling situ yang di perbaiki. Selebihnya belum ada penataan.

Masih butuh sentuhan dari pemerintah agar lokasi Situ Haurgeulis menjadi lokasi wisata yang menarik.

"Harus didukung dengan infrastruktur yang memadai agar lebih menarik pengunjung. Namun pemerintah anggaranya terbatas," kata Kepala Desa Sukahurip, Aan Rosad.

Saat ini pemerintah desa mengembangkan situ haurgeulis untuk lokasi pemancingan. Rencananya pada bulan April mendatang ikan yang sudah ditanam bebera bulan lalu siap dipancing. (Latif/Antik/KP)***

Asal Usul Pananjung dan Pangandaran

Desa Pananjung Pangandaran pada awalnya dibuka dan ditempati oleh para nelayan dari Suku Sunda. Para pendatang lebih memilih daerah Pangandaran untuk menjadi tempat tinggal karena gelombang laut yang kecil membuat mereka mudah untuk mencari ikan. Pantai Pangandaran memiliki sebuah daratan yang menjorok ke laut dan sekarang menjadi cagar alam atau hutan lindung, dan tanjung inilah yang menghambat atau menghalangi gelombang besar untuk sampai ke pantai.

Para nelayan menjadikan pantai pangandaran sebagai tempat untuk menyimpan perahu yang dalam bahasa sundanya disebut andar. Beberapa waktu kemudian para pendatang banyak bersandar ke tempat ini dan menetap sehingga menjadi sebuah perkampungan yang disebut Pangandaran. Pangandaran berasal dari dua buah kata pangan dan daran, pangan berarti makanan dan daran maknanya pendatang. Pangandaran dapat diartikan sebagai sumber makanan para pendatang.

Sesepuh terdahulu memberi nama desa dengan kata 'Pananjung', karena di daerah itu terdapat tanjung dan banyak sekali terdapat daerah keramat di beberapa tempat. Pananjung berasal dari kata dalam bahasa Sunda 'pangnanjung-nanjungna' (paling subur atau paling makmur).

Pananjung pada mulanya merupakan salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan sekitar abad XIV M, yaitu pada masa setelah munculnya kerajaan Pajajaran di Pakuan Bogor. Nama raja Kerajaan Pananjung adalah Prabu Anggalarang yang disebut dalam salah satu versi kisah sejarah sebagai keturunan Prabu Haur Kuning, raja pertama kerajaan Galuh Pangauban. Kerajaan Pananjung sayangnya hancur diserang oleh para Bajo (Bajak Laut) karena tidak bersedia menjual hasil bumi kepada mereka. Penolakan Kerajaan Pananjung ini disebabkan pada saat itu situasi rakyat sedang dalam keadaan paceklik (gagal panen).

Penjajah Belanda melalui Y. Everen (Residen Priangan) menjadikan Pananjung sebagai taman baru pada tahun 1922. Waktu itu terjadi penambahan 'penghuni' taman dengan dilepaskannya seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina dan beberapa ekor rusa.

Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa pada tahun 1934, dengan luas 530 Ha. Penetapan ini berdasarkan alasan karena Panjanjung memiliki keanekaragaman satwa dan jenis–jenis tanaman langka, dan agar kelangsungan habitatnya dapat terjaga. Status Pananjung berubah menjadi cagar alam pada tahun 1961 setelah ditemukannya Bunga rafflesia padma.

Sebagian kawasan Pananjung seluas 37,70 Ha dijadikan Taman Wisata pada tahun 1978, seiring dengan meningkatnya hubungan masyarakat dengan tempat rekreasi. Kawasan perairan di sekitarnya pada tahun 1990 dikukuhkan pula sebagai cagar alam laut (470,0 Ha), sehingga luas kawasan pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000,0 Ha.

Pengusahaan wisata TWA Pananjung Pangandaran pada perkembangan selanjutnya berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 104/KPTS-II/1993 diserahkan dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam kepada Perum Perhutani dalam pengawasan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan Ciamis, bagian Kemangkuan Hutan Pangandaran.

referensi: http://www.mypangandaran.com/profil/detail/1/sejarah-pangandaran.html

Gadis Cantik Ciamis Paling Fenomenal

Banyak gadis cantik di Ciamis, tak perlu diragukan lagi. Tapi siapakah gadis cantik dari Ciamis yang paling fenomenal dalam lintasan sejarah? Tak berlebihan jika akhirnya muncul satu nama yang dijadikan jawaban oleh berbagai pihak. Nama ini memang menjadi salah satu bintang Ciamis yang paling populer, tidak hanya di benak orang Ciamis, tetapi diakui juga oleh masyarakat Indonesia.

Nike Ardilla adalah artis dan penyanyi wanita berbakat yang teropuler di jamannya. Lima tahun berkiprah di industri musik, Nike berhasil mengeluarkan 13 album. Tak hanya itu, Nike pun telah membintangi 12 film layar lebar dan 9 judul sinetron.

Ia terlahir dengan nama Rd. Rara Nike Ratnadilla. Rd. Rara adalah sebuah julukan kebangsawanan untuk seorang putri keturunan ningrat di Jawa Barat, Nike sendiri masih keturunan Raja Galuh. Adapun nama Nike Ratnadilla, berasal dari Ni yang diambil dari suku kata nama depan ibunya (Ningsirat), dan Ke,diambil dari suku kata bagian depan nama ayahnya (Kusnadi, Ku dirubah jadi Ke). Rat, diambil dari Ningsirat, Nadi diambil dari Kusnadi, dan ditambahkan lla sehingga jadilah nama Nike Ratnadilla.

Di awal kariernya, Nike menggunakan nama Nike Astrina dan sempat mengeluarkan single album berjudul 'Gadis Foto Model', yang merupakan sountrack film yang berjudul sama. Tahun 1990-an, Nike atas permintaan produser, Nike merubah namanya menjadi Nike Ardilla yang diambil dari nama belakangnya dan dengan nama tersebut ia berhasil menaklukan dunia hiburan di Indonesia. Nike juga memiliki nama kecil, yaitu Keke, Neng atau Amoy. Keluarga besar Nike biasa memanggilnya dengan sebutan 'Neng' (nama kecil buat anak perempuan di daerah parahyangan)dan Nikemania biasa memanggilnya dengan sebutan 'Teteh' (panggilan hormat untuk seorang wanita, biasanya wanita yg lebih tua di daerah sunda).

Album pertamanya laku lebih dari 500.000 copies, menyusul album ke-2 nya yang mensejajarkan Nike ke dalam musisi papan atas terjual 2 juta copies dan mendapatkan BASF Award 1990 best selling album. Album terakhirnya laku lebih dari 3 juta copies di indonesia saja, total dengan di penjualan ASEAN 5 juta copies. Karir Nike di dunia musik mungkin singkat hanya 6 tahun, tapi telah menghasilkan 10 album yang sukses dengan rata-rata penjualan album lebih dari 1 juta copies. Jika dihitung dari 10 major album dan album the best yang di release sampai sekarang mungkin Nike sudah merelease lebih dari 40 buah album musik.

Sampai belasan tahun setelah kematian Nike Ardilla orang-orang masih mengenang Nike Ardilla dan namanya pun masih melegenda. Tabloid Nova tahun 2007 dalam edisi yang ke-1000 eksemplar mengklaim bahwa Tabloid Nova edisi Nike Ardilla bulan maret 1995 sebagai Tabloid Nova terlaris sepanjang Nova beredar. Tahun 1986-2007 terjual lebih dari 850.000 eksemplar. Infotainment silet di edisi ke-100 menempatkan edisi Nike Ardilla sebagai rating tertinggi ke-2 silet setelah edisi perseteruan Rhoma Irama dan Inul Daratista.

Dominasi Nike Ardilla di tahun 1990-an tak terkalahkan. Film laris alias box office banyak di bintangi olehnya, sinetron dengan rating tinggi banyak menampilkannya di stasiun TV swasta waktu itu, dan dunia model pun di gelutinya. Nike menjadi gadis sampul 1990 adalah bukti nyata prestasinya. Festival tarik suara pun dijajal hingga meraih juara 1 lomba menyanyi se-asia pasific di shanghai china tahun 1991. Ia juga menjadi bintang iklan untuk berbagai produk. Tak pelak, jika di tanya siapa penyanyi dan artis yang paling popular di tahun 90-an, jawabannya Nike Ardilla.

Catatan media menunjukkan bahwa popularitas Nike tetap menjadi sorotan. Seorang kandidat gubernur, Agum Gumelar, sempat menjadikan rumah Nike Ardilla sebagai markas pemenangannya. Okezone.com melaporkan Jumat (8/2/2008), Agum bersama sejumlah tim suksesnya mendatangi rumah Nike Ardilla di Jalan Imbanagara 389, Ciamis, Jawa Barat. Saat tiba di tempat itu, Agum disambut ibu almarhumah, Nining Sihratu. Nampaknya Agum Gumelar yakin almarhumah penyanyi Nike Ardilla masih memiliki kharisma bagi penggemarnya. Karenanya, dia memakai rumah mendiang sebagai posko relawan Ciamis untuk pencalonan dirinya dalam Pilgub Jabar.

Nama mendiang Nike memang sedemikian fenomenal. Ia menjadi gadis cantik berdarah Ciamis yang paling terkenal. Sudahkah ada penggantinya kini? Bunga-bunga baru Tatar Galuh pasti sudah, sedang dan akan terus bermunculan dengan prestasi masing-masing. Semoga...

referensi:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Nike_Ardilla
2. http://www.lautanindonesia.com/forum/index.php?topic=5949.0
3. http://museumnikeardilla.blogspot.com

Kisah Asal Muasal Curug Tujuh Cibolang Ciamis

Kecintaan seorang pemimpin pada rakyatnya, dan kesedihan yang timbul melihat penderitaan mereka, dapat membawa jawaban dan kebahagiaan pada akhirnya. Itulah mungkin pesan moral dari kisah sasakala Curug Tujuh Cibolang Ciamis. Konon terbentuknya curug tujuh menurut keterangan berasal dari kisah jaman dahulu kala, manakala terdapat seorang penguasa atau raja di wilayah tersebut, yang pada suatu waktu merasa sangat prihatin melihat keadaan di wilayahnya yang sangat menderita akibat kemarau panjang. Air tidak ada dan tanah kering kerontang sehingga rakyatnya dirundung malang berkepanjangan.

Sang raja kemudian bertapa untuk memohon supaya diturunkan hujan agar keadaan negerinya pulih seperti sediakala. Namun usahanya itu tidak mendapatkan jawaban dari penguasa alam. Hal tersebut menyebabkan hatinya sangat sedih dan kesedihannya itu membuatnya menangis. Saat itu keajaiban terjadi, air mata raja perlahan berubah menjadi genangan air jernih dan semakin membesar sehingga membentuk aliran air yang akhirnya terpecah dan jatuh di tujuh buah tebing.


Panorama alam yang indah dan suasana hutan alam menjadi daya tarik wana wisata Curug Tujuh, dimana objek wisata ini berada di kiri kanan bukit gunung Ciparang dan Cibolang yang merupakan bagian dari Gunung Sawal.


Luas Wana Wisata Curug Tujuh 20 Ha terletak di kawasan hutan RPH Panjalu BKPH Ciamis KPH Ciamis yang menurut administrasi pemerintah termasuk Desa Sanding Taman Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.

Objek wisata ini terletak pada ketinggian sekitar 800-900 di atas permukaan laut dengan konfigurasi lapangan bergunung, suhu udara secara umum sekitar 17-18 derajat Celcius.


Sesuai namanya Curug Tujuh terdiri dari tujuh buah air terjun yang lokasinya berjejer dengan Curug Satu, Curug Dua, Curug Tiga, Curug Cibolang, Curug Simantaja, Curug Cileutik, dan Curug Cibuluh. Konon diantara curug tersebut mengalirkan air yang berkhasiat menyembuhkan penyakit seperti penyakit kulit, encok, rematik dan pegal linu. Dan airnya tidak pernah surut sekalipun musim kemarau, dimana air yang mengalir berasal dari gunung Sawal.

Kisah Asal Muasal Situ Lengkong Panjalu


Situ Lengkong sekarang termasuk kedalam wilayah Desa/Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Dalam Bahasa Sunda; kata situ artinya danau. Situ Lengkong atau dikenal juga dengan Situ Panjalu terletak di ketinggian 700 m dpl. Di tengah danau tersebut terdapat sebuah pulau yang dinamai Nusa Larang atau Nusa Gede atau ada juga yang menyebutnya sebagai Nusa Panjalu.

Menurut legenda rakyat dan Babad Panjalu, Situ Lengkong adalah sebuah danau buatan, sebelumnya daerah ini adalah kawasan legok (bhs. Sunda: lembah) yang mengelilingi bukit bernama Pasir Jambu (Bhs. Sunda: pasir artinya bukit).

Ketika Sanghyang Borosngora pulang menuntut ilmu dari tanah suci Mekkah, ia membawa cinderamata yang salah satunya berupa air zamzam yang dibawa dalam gayung batok kelapa berlubang-lubang (gayung bungbas). Air zamzam itu ditumpahkan ke dalam lembah dan menjadi cikal-bakal atau induk air Situ Lengkong.

Bukit yang ada di tengah lembah itu menjelma menjadi sebuah pulau dan dinamai Nusa Larang, artinya pulau terlarang atau pulau yang disucikan, sama halnya seperti kota Mekkah yang berjuluk tanah haram yaitu tanah terlarang atau tanah yang disucikan; artinya tidak sembarang orang boleh masuk dan terlarang berbuat hal yang melanggar pantangan atau hukum di kawasan itu.

Pada masa pemerintahan Prabu Sanghyang Borosngora, pulau ini dijadikan pusat pemerintahan Kerajaan Panjalu. Di Nusa Larang ini bersemayam juga jasad tokoh-tokoh Kerajaan Panjalu yaitu Prabu Rahyang Kancana, Raden Tumenggung Cakranagara III, Raden Demang Sumawijaya, Raden Demang Aldakusumah, Raden Tumenggung Argakusumah (Cakranagara IV) dan Raden Prajasasana Kyai Sakti.


Situ Lengkong memiliki luas kurang lebih 67,2 hektare, sedangkan Nusa Larang mempunyai luas sekitar 16 hektare. Pulau ini telah ditetapkan sebagai cagar alam sejak tanggal 21 Februari 1919. Nusa Larang ini pada zaman Kolonial Belanda dinamai juga Pulau Koorders sebagai bentuk penghargaan kepada Dr Koorders, seorang pendiri sekaligus ketua pertama Nederlandsch Indische Vereeniging tot Natuurbescherming, yaitu sebuah perkumpulan perlindungan alam Hindia Belanda yang didirikan tahun 1863.

Sebagai seorang yang menaruh perhatian besar pada botani, Koorders telah memelopori pencatatan berbagai jenis pohon yang ada di Pulau Jawa. Pekerjaannya mengumpulkan herbarium tersebut dilakukan bersama Th Valeton, seorang ahli botani yang membantu melakukan penelitian ilmiah komposisi hutan tropika.

Koorders dan rekannya itu pada akhirnya berhasil memberikan sumbangan pada dunia ilmu pengetahuan. Berkat kerja kerasnya kemudian terlahir buku Bijdragen tot de Kennis der Boomsoorten van Java, sebuah buku yang memberi sumbangan pengetahuan tentang pohon-pohon yang tumbuh di Pulau Jawa.

Sebagai cagar alam, Nusa Larang memiliki vegetasi hutan primer yang relatif masih utuh dan tumbuh secara alami. Di sana terdapat beberapa jenis flora seperti Kondang (Ficus variegata), Kileho (Sauraula Sp), dan Kihaji (Dysoxylum). Di bagian pulau yang lebih rendah tumbuh tanaman Rotan (Calamus Sp), Tepus (Zingiberaceae), dan Langkap (Arenga). Sedangkan fauna yang hidup di pulau itu antara lain adalah Tupai (Calosciurus nigrittatus), Burung Hantu (Otus scop), dan Kelelawar (Pteropus vampyrus).

Museum Galuh Pakuan Ciamis


Museum Galuh Pakuan adalah salah satu tempat yang sayang untuk dilewatkan jika Anda berkunjung ke Ciamis. Kita dapat melihat lebih dekat benda-benda peninggalan masa kejayaan Galuh di jaman dulu dan mengambil semangatnya untuk membangun di masa kini dan mendatang.


Museum Galuh Pakuan diresmikan pada hari Minggu 18 Juli 2010 dengan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf. Museum tersebut terletak di Jl. KH. A. Dahlan No 40 Ciamis, dan berisi koleksi benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Galuh. Sebelumnya ratusan benda tersebut disimpan di kompleks Makam Kangjeng Prebu di Jambansari, tidak jauh dari lokasi museum sekarang. Ruangan penyimpanan benda pusaka yang lama mengalami rusak berat ketika terjadi gempa 2 September 2009.


Peresmian diwarnai wacana pengembalian nama kabupaten Ciamis menjadi kabupaten Galuh. "Dahulu perubahan nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis merupakan proses politik. Sehingga dengan proses politik pula, akan dapat mengembalikan sesuai nama asli yaitu Kabupaten Galuh," tutur Ketua Paguyuban Rundayan Galuh Pakuan, Raden Gani Kusumahdinata.


Tampak hadir dalam peresmian tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Pangeran Raja Adipati Arif Nata Diningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Hempi dari Keraton Sumedang Larang, mantan Gubernur Aceh Darussalam Abdullah Puteh, mantan Wagub Jabar H Karna Suwanda, sejarawan Prof. Hj. Nina Lubis, Prof. Hiemendra, Prof. Dr. Rasyid, Ketua Paguyuban Pasundan Syafei dan undangan lainnya. Pihak keluarga mantan menteri PU Radinal Muchtar juga hadir, mengingat Museum Galuh Pakuan untuk sementara menempati kediaman tokoh tersebut.

sumber berita: PR Online
foto-foto diambil dari note Kang Dede Yusuf

Museum Galuh Imbanagara Ciamis


Museum Galuh Imbanagara terletak di Jl. Mayor Ali Basyah No. 311 Imbanagara Raya Ciamis. Museum ini didirikan untuk mengamankan benda-benda pusaka dan dokumen sejarah Galuh Imbanagara Ciamis dan telah diresmikan oleh Bupati Ciamis pada tanggal 12 Mei 2004.

Tak bisa dipungkiri bahwa keberadaan kabupaten Ciamis tak lepas dari sejarah Galuh Imbanagara yang menjadi menjadi pusat pemerintahan selama kurang lebih dua abad.

Benda-benda yang terdapat didalam museum ini antara lain:
• Keris-keris peninggalan Galuh Imbanagara
• Dokumen-dokumen penting milik Galuh Imbanagara
• Foto-foto tentang sejarah Galuh Imbanagara
• dan benda-benda pusaka peninggalan Galuh Imbanagara lainnya

Ketua Yayasan Galuh Imbanagara R. Enggun S. Rachmat berharap warga masyarakat Tatar Galuh Kabupaten Ciamis dapat melihat langsung serta mengetahui keberadaan sejarah kabupaten Galuh di masa lalu.

Sayangnya letak Museum Galuh Imbanagara ini kurang strategis. Pengunjung harus memasuki sebuah gang untuk mencapainya, dan museum ini juga relatif sepi serta kecil dibandingkan dengan museum-museum lain yang ada di Indonesia.

referensi: http://sophiechan-sophie-chan.blogspot.com/2011/03/museum-galuh-imbanagara-ciamis-jawa.html

Sejarah Ciamis

Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Asli Daerah (kerajaan) Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Selanjutnya W.J Van der Meulen berpendapat bahwa kata "galuh", berasal dari kata "sakaloh" berarti "dari sungai asalnya", dan dalam lidah Banyumas menjadi "segaluh". Dalam Bahasa Sansekerta, kata "galu" menunjukkan sejenis permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut puteri raja (yang sedang memerintah) dan belum menikah.

Sebagaimana riwayat kota-kabupaten lain di Jawa Barat, sumber-sumber yang menceritakan asal-usul suatu daerah pada umumnya tergolong historiografi tradisional yang mengandung unsur-unsur mitos, dongeng atau legenda disamping unsur yang bersifat historis. Naskah-naskah ini antara lain Carios Wiwitan Raja-raja di Pulo Jawa, Wawacan Sajarah Galuh, dan juga naskah Sejarah Galuh bareng Galunggung, Ciung Wanara, Carita Waruga Guru, Sajarah Bogor. Naskah-naskah ini umumnya ditulis pada abad ke-18 hingga abad ke-19. Adapula naskah-naskah yang sezaman atau lebih mendekati zaman Kerajaan Galuh. Naskah-naskah tersebut, diantaranya Sanghyang Siksakanda ‘Ng Karesian, ditulis tahun 1518, ketika Kerajaan Sunda masih ada dan Carita Parahyangan, ditulis tahun 1580.

Berdirinya Galuh sebagai kerajaan, menurut naskah-naskah kelompok pertama tidak terlepas dari tokoh Ratu Galuh sebagai Ratu Pertama. Dalam laporan yang ditulis Tim Peneliti Sejarah Galuh (1972), terdapat berbagai nama kerajaan sebagai berikut:
  • Kerajaan Galuh Sindula (menurut sumber lain, Kerajaan Bojong Galuh) yang berlokasi di Lakbok dan beribukota Medang Gili (tahun 78 Masehi?); 
  • Kerajaan Galuh Rahyang berlokasi di Brebes dengan ibukota Medang Pangramesan; 
  • Galuh Kalangon berlokasi di Roban beribukota Medang Pangramesan; 
  • Galuh Lalean berlokasi di Cilacap beribukota di Medang Kamulan; 
  • Galuh Pataruman berlokasi di Banjarsari beribukota Banjar Pataruman; 
  • Galuh Kalingga berlokasi di Bojong beribukota Karangkamulyan; 
  • Galuh Tanduran berlokasi di Pananjung beribukota Bagolo; 
  • Galuh Kumara berlokasi di Tegal beribukota di Medangkamulyan; 
  • Galuh Pakuan beribukota di Kawali; 
  • Pajajaran berlokasi di Bogor beribukota Pakuan; 
  • Galuh Pataka berlokasi di Nanggalacah beribukota Pataka; 
  • Kabupaten Galuh Nagara Tengah berlokasi di Cineam beribukota Bojonglopang kemudian Gunungtanjung; 
  • Kabupaten Galuh Imbanagara berlokasi di Barunay (Pabuaran) beribukota di Imbanagara; dan 
  • Kabupaten Galuh berlokasi di Cibatu beribukota di Ciamis (sejak tahun 1812).

Untuk penelitian secara historis, kapan Kerajaan Galuh didirikan, dapat dilacak dari sumber-sumber sezaman berupa prasasti. Ada prasasti yang memuat nama "Galuh", meskipun nama tanpa disertai penjelasan tentang lokasi dan waktunya. Dalam prasasti berangka tahun 910, Raja Balitung disebut sebagai "Rakai Galuh". Dalam Prasasti Siman berangka tahun 943, disebutkan bahwa "kadatwan rahyangta I mdang I bhumi mataram ingwatu galuh".

Kemudian dalam sebuah Piagam Calcutta disebutkan bahwa para musuh penyerang Airlangga lari ke Galuh dan Barat, mereka dimusnahkan pada tahun 1031 Masehi. Dalam beberapa prasasti di Jawa Timur dan dalam Kitab Pararaton (diperkirakan ditulis pada abad ke-15), disebutkan sebuah tempat bernama "Hujung Galuh" yang terletak di tepi sungai Brantas. Nama Galuh sebagai ibukota disebut berkali-kali dalam naskah sebuah prasasti berangka tahun 732, ditemukan di halaman Percandian Gunung Wukir di Dukuh Canggal (dekat Muntilan sekarang).

Pada bagian carita Parahyangan, disebutkan bahwa Prabu Maharaja berkedudukan di Kawali. Setelah menjadi raja selama tujuh tahun, pergi ke Jawa terjadilah perang di Majapahit. Dari sumber lain diketahui bahwa Prabu Hayam Wuruk, yang baru naik tahta pada tahun 1350, meminta Puteri Prabu Maharaja untuk menjadi isterinya. Hanya saja, konon, Patih Gajah Mada menghendaki Puteri itu menjadi upeti.

Raja Sunda tidak menerima sikap arogan Majapahit ini dan memilih berperang hingga gugur dalam peperangan di Bubat. Puteranya yang bernama Niskala Wastu Kancana waktu itu masih kecil. Oleh karena itu kerajaan dipegang Hyang Bunisora beberapa waktu sebelum akhirnya diserahkan kepada Niskala Wastu Kancana ketika sudah dewasa. Keterangan mengenai Niskala Wastu Kancana, dapat diperjelas dengan bukti berupa Prasasti Kawali dan Prasasti Batutulis serta Kebantenan.

Pada tahun 1595, Galuh jatuh ke tangan Senapati dari Mataram. Invasi Mataram ke Galuh semakin diperkuat pada masa Sultan Agung. Penguasa Galuh, Adipati Panaekan, diangkat menjadi Wedana Mataram dan cacah sebanyak 960 orang. Ketika Mataram merencanakan serangan terhadap VOC di Batavia pada tahun 1628, massa Mataram di Priangan bersilang pendapat. Rangga Gempol I dari Sumedang misalnya, menginginkan pertahanan diperkuat dahulu, sedangkan Dipati Ukur dari Tatar Ukur, menginginkan serangan segera dilakukan.

Pertentangan terjadi juga di Galuh antara Adipati Panaekan dengan adik iparnya Dipati Kertabumi, Bupati di Bojonglopang, anak Prabu Dimuntur keturunan Geusan Ulun dari Sumedang. Dalam perselisihan tersebut Adipati Panaekan terbunuh tahun 1625. Ia kemudian diganti puteranya Mas Dipati Imbanagara yang berkedudukan di Garatengah (Cineam sekarang).

Pada masa Dipati Imbanagara, ibukota Kabupaten Galuh dipindahkan dari Garatengah (Cineam) ke Calingcing. Tetapi tidak lama kemudian dipindahkan ke Bendanagara (Panyingkiran). Pada Tahun 1693, Bupati Sutadinata diangkat VOC sebagai Bupati Galuh menggantikan Angganaya. Pada tahun 1706, ia digantikan pula oleh Kusumadinata I (1706-1727).

Pada pertengahan abad ke-19, yaitu pada masa pemerintahan R.A.A. Kusumadiningrat menjadi Bupati Galuh, pemerintah kolonial sedang giat-giatnya melaksanakan tanam paksa. Rakyat yang ada di Wilayah Galuh, disamping dipaksa menanam kopi juga menanam nila. Untuk meringankan beban yang harus ditanggung rakyat, R.A.A. Kusumadiningrat yang dikenal sebagai "Kangjeng Perbu" oleh rakyatnya, membangun saluran air dan dam-dam untuk mengairi daerah pesawahan. Sejak Tahun 1853, Kangjeng Perbu tinggal di kediaman yang dinamai Keraton Selagangga.

Antara tahun 1859-1877, dilakukan pembangunan gedung di ibu kota kabupaten. Disamping itu perhatiannya terhadap pendidikan pun sangat besar pula. Kangjeng Perbu memerintah hingga tahun 1886, dan jabatannya diwariskan kepada puteranya yaitu Raden Adipati Aria Kusumasubrata.

Pada tahun 1915, Kabupaten Galuh dimasukkan ke Keresidenan Priangan, dan secara resmi namanya diganti menjadi Kabupaten Ciamis.

Sumber: Nina H. Lubis, Sejarah Kota-kota Lama di Jawa Barat, tahun 2000.
Artikel ieu dicutat ti : http://members.tripod.com/alifuru/sunda/ciamis.htm